Halo semuanya, selamat datang di Manager's Notes.
Hadirnya kategori ini merupakan ruang refleksi pribadi saya, Nur Qamari. Di sini, saya ingin berbagi perspektif bukan sekadar sebagai seorang praktisi HR, melainkan sebagai seorang pemimpin yang tumbuh dan ditempa langsung dari "bawah". Bagi saya, pengalaman selama lebih dari 4 tahun, mulai dari posisi Vice Store Manager hingga dipercaya menjadi Store Manageradalah guru terbaik yang pernah saya miliki.
"Beberapa rekan saya bertanya, mengapa seorang Store Manager memutuskan untuk pindah ke dunia HR? Jawaban saya sederhana: Karena HR adalah jantung dari operasional, dan saya ingin memastikan jantung itu berdetak dengan benar."
Menghabiskan waktu lebih dari 4 tahun sebagai Vice Store Manager hingga menjadi Manager adalah perjalanan yang membentuk cara pandang saya hari ini. Lantai operasional adalah "laboratorium" manusia yang sesungguhnya. Di sana, tidak ada teori yang lebih kuat daripada kenyataan di lapangan.
1. Rekrutmen dengan "Kacamata" Lapangan
Dulu, saya adalah orang yang merasakan langsung dampaknya jika ada anggota tim yang tidak berintegritas atau tidak kompeten. Saya tahu rasanya harus menutup celah operasional karena salah memilih orang saat interview.
Kini, di posisi Talent Acquisition, pengalaman itu adalah kompas saya. Saya tidak lagi hanya melihat apa yang tertulis di CV. Saya mencari karakter. Saya mencari orang yang bukan hanya bisa bekerja saat diawasi, tapi tetap menunjukkan dedikasi saat situasi sedang sulit. Karena saya tahu, operasional yang sukses dimulai dari pilihan rekrutmen yang tepat.
2. Leadership Bukan Tentang Perintah
Selama 4 tahun memimpin tim di garis depan, saya belajar bahwa kepemimpinan adalah tentang empati dan strategi. Menangani konflik staf di tengah target yang mengejar adalah hal biasa. Namun, dari sana saya paham bahwa seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mendengar sebelum memutuskan.
Ilmu manajemen konflik dan pengembangan tim inilah yang saya bawa ke meja HR. Saya ingin membangun lingkungan kerja di mana setiap individu merasa didengar, namun tetap memiliki disiplin tinggi untuk mencapai tujuan perusahaan.
3. Jembatan Antara Strategi dan Eksekusi
Seringkali ada jarak antara kebijakan yang dibuat di kantor pusat dengan kenyataan di lapangan. Sebagai mantan Manager, tugas saya di HR adalah menjadi jembatan tersebut. Saya ingin memastikan bahwa setiap kebijakan rekrutmen dan manajemen tim yang kita buat adalah kebijakan yang memang bisa diterapkan dan berdampak positif bagi rekan-rekan di lapangan.
"Kebijakan terbaik tidak lahir di atas kertas yang rapi, melainkan dari debu dan keringat di lantai operasional." - Nur Qamari
Catatan Penutup
Manager's Notes ini akan menjadi ruang bagi saya untuk berbagi refleksi, tips kepemimpinan, dan pengalaman nyata selama saya memimpin tim. Semoga cerita dari perjalanan saya ini bisa memberikan perspektif baru bagi Anda, baik sesama pemimpin maupun rekan-rekan yang sedang merintis karier.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar